Jenis-jenis Gunung Berapi
Terdapat banyak sekali gunung api di dunia, namun, secara umum, terdapat dua metode klasifikasi gunung api, yaitu bentuk dari gunung tersebut dan jenis letusannya. Bentuk gunung api lebih sering digunakan oleh geografer karena mendeskripsikan bentang alam sedangkan jenis letusan lebih sering digunakan oleh vulkanolog.
Kali ini kita akan membahas mengenai dua klasifikasi gunung berapi yang dapat digunakan untuk menentukan jenis apa gunung api tersebut. Simak dibawah ini!
Bentuk Gunung Api
Rekahan/Fissure

Rekahan di Hawaii, di sekitar Gunung Kilauea
Hasil dari fenomena ini dapat dilihat di Irlandia Utara, Skotlandia, Islandia, dan Greenland, ketika lempeng Eurasia dan Amerika utara mulai bergerak saling menjauh. Pendinginan lava yang lambat menciptakan bentukan kekar kolom yang dapat menjadi daya tarik wisata, contohnya adalah pada Giants Causeway di Irlandia Utara.
Contoh dari gunung berbentuk rekahan adalah gunung Heimaey yang memiliki rekahan sepanjang 2 km dan gunung Laki di Islandia yang memiliki rekahan sepanjang 30 km.
sai/Shield
Ilustrasi Gunung Api Perisai

Ilustrasi Gunung Api Perisai
Kubah Lava/Dome

Ilustrasi Gunung Api Dome

Struktur Internal Gunung Api Kubah
Cinder Cone

Ilustrasi Gunung Cinder Cone
Contoh dari gunung cinder cone adalah Gunung Paricutin di Mexico.
Komposit/Stratovolcano

Ilustrasi Gunung Komposit
Contoh gunung strato adalah Gunung Etna, Gunung Fuji, Gunung Cotopaxi, Gunung Rainier, Gunung Hood, dan Gunung St. Helens.

Ilustrasi Evolusi Gunung Komposit
B. Seiring dengan berlangsungnya aktivitas vulkanisme, kerucut gunung semakin membesar dan melebar karena diberikan material tambahan. Aliran lava menciptakan plateau pada dasar dari gunung tersebut.
C. Saat aktivitas vulkanisme berkurang, pelapukan dan erosi mulai mengikis kerucut gunung api. Setelah ribuan tahun, mayoritas gunung api telah terkikis sehingga hanya tersisa volcanic plug yang resisten.
D. Seiring dengan berjalannya waktu, seluruh gunung api dan kerucutnya telah hilang dikikis erosi. Yang tersisa hanyalah volcanic plug dan mesa vulkanis terisolasi di beberapa tempat. Yang tadinya merupakan bentang alam vulkanik kini sudah tidak dapat dibedakan dengan bentang alam dataran rendah lainnya.
Kaldera

Ilustrasi Gunung Api Kaldera

Ilustrasi Kaldera Gunung Krakatau
Jenis Letusan
Magmatik
Icelandic
Pada letusan jenis ini, lava mengalir dari rekahan di permukaan bumi. Lava yang terlibat dalam letusan ini adalah lava basaltik sehingga lava tersebut memiliki kekentalan rendah.Hawaiian
Letusan ini sama seperti letusan icelandic, bersifat tenang dan mengeluarkan lava basaltik. Pada letusan hawaiian, lava dikeluarkan dari sebuah lubang sentral yaitu volcanic vent.Strombolian
Tipe letusan ini memiliki karakteristik letusan skala kecil yang tidak merusak namun sangat sering terjadi.Vulcanian/Vesuvian
Tipe letusan ini mirip dengan strombolian, namun memiliki letusan dengan daya hancur yang lebih tinggi, skala lebih besar, serta frekuensi yang lebih jarang.Tipe letusan vesuvian memiliki kesamaan dengan letusan gunung vesuvius di Itali. Letusan ini mirip dengan vulcanian hanya saja memiliki daya hancur yang lebih tinggi lagi. Letusan ini umumnya terjadi ketika gunung aktif kembali setelah mengalami periode dormansi.
Krakatoan
Letusan krakatoan memiliki karakteristik letusan besar yang dapat menghancurkan kerucut gunung api. Letusan ini umumnya menciptakan gunung api kaldera.Pelean
Letusan pelean memiliki karakteristik letusan besar dengan aliran piroklastik. Nuee Ardente atau wedhus dapat saja menyertai material piroklastik paska letusan pelean.Plinian
Letusan disebut sebagai tipe plinian ketika banyak lava dan material piroklastik yang dilontarkan dalam letusan tersebut.Hidro-Magmatik
Letusan hidro-magmatik terjadi ketika ada interaksi antara lava dengan air. Interaksi ini dapat terjadi dalam beberapa lingkungan seperti- Gunung bawah laut dimana tekanan air yang tinggi menurunkan tingkat eksplosifitas letusan, lava yang terbentuk adalah pillow lava
- Lava mengalir ke laut, kondisi ini terjadi di gunung Kilauea Hawaii
- Daerah dengan permukaan air dangkal, contoh letusan ini adalah di Gunung Surtsey Inggris atau Danau Taal di Filipina
- Daerah subglasial seperti gunung Vatnajokull di Islandia
- Daerah dimana magma mengalami kontak dengan air tanah seperti gunung Ukinrek di Alaska.