Rabu, Oktober 10, 2018

TNTI:MEMAHAMI PEMAFROST

Apa itu permafrost?
Permafrost merupakan lapisan es beku di bawah permukaan bumi yang didalamnya bisa mengandung tanah, kerikil dan pasir. Permafrost biasanya berada di pada lapisan tanah dengan suhu dibawah 0⁰ C selama minimal dua tahun.

Permafrost dapat ditemukan di tanah yang berada di bawah lantai samudera dan di daerah dimana suhu jarang naik di atas titik beku. Sebarannya antara lain di Greenland, Alaska, Russia, Cina dan Eropa Timur.
 
 Ketebalan permafrost berkisar dari 1 meter hingga lebih dari 1.000 m. Lapisan tanah ini mencakup 22.8 juta km persegi di belahan bumi utara. Tanah beku tidak selalu sama dengan permafrost. Lapisan tanah yang membeku selama lebih dari 15 hari per tahun disebut "tanah beku musiman". Lapisan tanah membeku antara 1 - 15 hari dalam setahun disebut "tanah membeku sementara". Sementara permafrost membeku selama dua tahun lebih.
 Permafrost tidak selalu terbentuk dalam satu horison tanah, namun ada dua cara utama untuk menggambarkan sebarannya yaitu: continous dan discontinuous.permafrost merupakan lapisan tanah beku yang luas di daratan contohnya di Siberia Russia. Sementara discontinuous permafrost merupakan lapisan tanah beku yang teprisah-pisah oelh vegetasi, pegunungan sepanjang tahun. Di daerah ini, matahari musim panas melelehkan es selama beberapa minggu atau bulan. Contohnya ada di daerah Teluk Hudson Kanada.
 Permafrost, Tanah Membeku Abadi
Permafrost sangat kaya akan kandungan karbon organik. Menurut perkiraan, lapisan permaforst mengandung 1700 miliar ton karbon organik atau dua kali lipat total karbon di atmosfer. Saat tanah membeku, karbon tersimpan di dalamnya namun saat es mencair dekomposisi bahan organik melalui mikroba akan meningkat tajam sehingga sebagian karbon terlepas ke atmosfer sebagai CO₂. Baca juga: Pergerakan angin muson di Indonesia

Ilmuwan yang meneliti permafrost mampu memahami perubahan iklim di bumi dengan mengamati perubahan permafrost. Studi menunjukkan bahwa permafrost bumi menghangat 6⁰ C selama abad ke 20. Ilmuwan memprediksi bahwa permafrost akan mencair pada 2100. Baca juga: Kode promo quipper naik kelas

Lapisan es yang mencair akan menaikkan permukaan air laut dan meningkatakan erosi. Erosi terjadi saat permafrost mencair karena tanah dan sedimen mudah hanyut tanpa es yang mengikat agregat tanah.
 
 

TNTI:MEMAHAMI KENAPA TASIK BERWARNA PINK



tasik-pink

Pink Lake ( Hillier lake )

Tasik yang terletak di barat Australia ini mempunyai fenomena unik iaitu air di tasik ini bertukar kepada warna pink. Pada mulanya banyak menimbulkan tanda tanya.
Ramai pengunjung datang ke tasik ini untuk melihat sendiri warna air dan ianya juga salah satu dari tarikan pelancong di situ atau luar negara.
Tasik ini tidak selalu merah jambu. Fenomena unik ini sering berlaku akibat sejenis alga yang terdapat di tasik itu.

 tasik-pink1

TNTI:MEMAHAMI Fakta Dibalik Fenomena Sungai Dalam Laut



Sungai merupakan sebuah aliran air yang berasal dari pegunungan dan mengalir dari hulu ke hilir. Sungai memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia bahkan sejak jaman prasejarah. Hal ini terbukti dari beberapa penemuan parasejarah yang ditemukan di sekitar sungai di Indonesia. Tak berhenti sampai disitu saja, sungai juga memerankan peranan penting bagi masyarakat modern. Selain sebagai sumber air bersih yang dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari, sungai juga memiliki peranan dalam perkembangan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Sungai bisa menjadi jalur transportasi air yang juga memungkinkan dalam kegiatan atau transaksi ekonomi masyarakat. Dan masih banyak lagi peranan sungai di permukaan yang bisa Anda temukan. Lalu bagaimana dengan sungai dalam laut? Apakah sebenarnya sungai bawah laut itu?


Sungai dalam laut

Sungai dalam laut adalah sebuah fenomena alam dimana terdapat sungai dengan karakteristik air tawar di dalam laut dengan karakteristik air asin. Fenomena ini ditemukan oleh seorang Oceoanografi asal Perancis bernama Yves Costeau di Cenote Angelita, Meksiko. Sungai ini ditemukan pada kedalaman 115 kaki atau setara dengan 35 m dengan lebar sekitar setengah mil.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa sungai di bawah permukaan itu tidak ada. Warna kecoklatam yang ditemukan menyerupai air sungai dianggap sebagai sebuah lapisan dari gas hidrogen sulfida dan bukanlah dari air tawar. Di balik semua pendapat tentang ada tidaknya sungai di bawah laut ada beberapa fakta menarik yang perlu Anda ketahui tentang sungai ini.


1. Adanya kepadatan yang tinggi pada sungai bawah laut

Pada sungai bawah laut diketahui memiliki kepadatan air tawar yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan terciptanya dinding pemisah yang memisahkan antara air tawar dan air asin. Dengan adanya dinding pemisah ini maka air tawar dari sungai tidak akan tercampur dengan air asin dari laut.


 Pemisah air tawar dan air asin ini kemudian juga tampak membentuk aliran sungai dengan ukuran yang lebar. Kepadatan tinggi yang dimilikinya akhirnya membuat aliran sungai dalam laut ini memiliki salinitas tinggi yang membawa banyak sedimen.

2. Terbentuknya sungai dalam laut

Beberapa peneliti yang melakukan penelitian pada sungai dalam laut ini menyimpulkan bahwa sungai ini terbentuk akibat fenomena Halocline. Fenomena Halocline ini adalah sebuah fenomena alam dimana yang disebut sebagai Halocline adalah sebuah zona vertikal di dalam laut.

Pada zona Halocline ini kedalaman zona akan mempengaruhi kadar garam yang ada di laut berubah dengan cepat seiring dengan pertambahan kedalamannya. Perubahan inilah yang kemudian menyebabkan adanya kepadatan air sehingga menyebabkan adanya dinding pemisah antara air laut dan air tawar.

Perbedaan kepadatan air asin dan air tawar bisa dibuktikan dengan percobaan sederhana. Caranya dengan mencampurkan air tawar dan air asin. Hasilnya air asin akan berada di bawah dan juga terbentuk dinding pemisah antara kedua jenis air. Hal ini juga terjadi pada sungai yang ada di dalam laut. Dimana air asin memerangkap air tawar sehingga terbentuk aliran dan keduanya juga dipisahkan dengan adanya dinding Halocline.
 
 

3. Larangan Berada di Sungai bawah laut terlalu lama

Para peneliti dengan keras melarang agar tidak mengunjungi sungai dalam laut ini. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan atas larangan ini. Yang pertama adalah karena tempat ini sangat gelap dan banyak terdapat gas Hidrogen Sulfida. Kedua hal ini akan sangat membahayakan bagi setiap penyelam. Apalagi ditambah dengan adanya kabut yang sering menutupi sungai ini.

Penyebab kedua adalah tekanan yang begitu besar di daerah tersebut. Inilah hal paling membahayakan yang harus diwaspadai oleh para penyelam. Letak sungai yang berada pada kedalaman 60 meter di bawah laut ini tentu memiliki tekanan yang sangat besar. Oleh karena itu, akan sangat membahayakan bagi setiap penyelam untuk mengunjungi sungai ini.

Penemuan sungai di bawah laut ini sempat menghebohkan dunia. Sejak awal dipublikasikannya penemuan ini, banyak pihak yang menyangkal dengan berbagai pendapat berbeda. Ada yang beranggapan sungai di bawah laut itu tidak ada. Pendapat lain mengatakan penampakan seperti sungai yang ada di bawah laut itu hanya lapisan Hidrogen Sulfida yang ditemukan di dasar laut dengan kedalaman lebih dari 60 meter. Namun demikian tak sedikit pula yang mempercayai penemuan Oceanografi asal Perancis itu.
 
 Di balik semua itu, ada beberapa fakta yang harus Anda ketahui tentang sungai dalam laut ini. 3 fakta di atas adalah beberapa diantaranya. Fakta-fakta tersebut mungkin bisa menjelaskan pada Anda tentang terbentuknya sungai ini. Selain itu dengan fakta-fakta tersebut juga merupakan sebuah larangan dari para peneliti bagi Anda yang berniat mengunjungi sungai ini. Letaknya yang berada jauh di dasar laut membuat resiko penyelaman juga semakin besar. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.

TNTI:MEMAHAMI Pasang Surut: Pengertian, Teori, Penyebab, Tipe dan Manfaat

 Laut merupakan sumber daya alam (baca: sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak) yang dimiliki oleh Bumi. Bumi adalah planet (baca: ciri planet) yang istimewa sehingga mempunyai air yang jumlahnya sangat mencukupi bagi semua makhluk hidup. Selain itu, Bumi juga mempunyai karakteristik khusus yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tidak ada planet di tata surya ini yang menyamai Bumi sebagai planet yang cocok digunakan untuk tempat tinggal. Air melimpah menutupi permukaan Bumi (baca: bentuk muka bumi).

 Sebagai sumber daya alam, air (baca: jenis air) merupakan elemen yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk dapat bertahan hidup. Maka dari itulah keberadaan laut sangatlah penting, tidak hanya bagi Bumi namun juga makhluk hidup yang ada di dalamnya. Berbicara mengenai laut, sepertinya tidak akan pernah ada ujungnya karena banyak sekali yang bisa dibicarakan. Mulai dari manfaat laut, macam- macam laut, nama- nama laut di Bumi (baca: inti Bumi), keadaan bawah laut, fenomena- fenomena yang terjadi di laut dan lain sebagainya. Semua mengenai laut memanglah sangat menarik untuk dibicarakan, dan salah satunya mengenai fenomena- fenomena yang terjadi di lautan (baca: fenomena alam yang menakjubkan).

 Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai salah satu fenomena yang terjadi di laut yakni pasang surut air laut. Pengertian Pasang Surut Air Laut Kita mungkin sering mendengar kata pasang surut air laut. Seperti ketika kita memilih laut sebagai destinasi wisata, mungkin informasi yang di banyak dicari sebelumnya adalah mengenai kondisi dari laut tujuan wisata itu sendiri, apakah sedang dalam kondisi baik maupun tidak. Salah satu kondisi yang menjadi tolok ukur adalah pasang surutnya air laut. Apabila laut sedang pasang maka akan lebih baik kita tidak memilih laut sebagai tujuan wisata. Sebaliknya apabila laut sedang surut mungkin hal itu baik untuk kita memilih wisata laut. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kondisi pasang surut air laut ini?

 Pasang merupakan kondisi atau keadaan dimana air laut naik daripada biasanya. Sementara surut merupakan kondisi dimana permukaan air laut turun daripada biasanya. Pada intinya, pasang surut merupakan fenomena pergerakan naik ataupun turunnya posisi permukaan perairan laut secara berkala yang disebabkan oleh faktor- faktor tertentu. Pasang surut air laut ini akan terjadi bergantian sesuai dengan periodenya atau faktor yang mempengaruhinya masing- masing. Selain itu, pasang surut yang terjadi pada lautan ini mempunyai beberapa tipe yang berbeda- beda. Hal ini akan kita jelaskan secara detail pada pembahasan di artikel ini. Teori Pasang Surut Air Laut Pasang surut air laut merupakan suatu fenomena alam yang berupa pergerakan air laut secera berkala dimana disebabkan oleh gaya gravitasi dan juga gaya tarik menarik oleh benda- benda laingi seperi matahari (baca: gerhana matahari), bulan (baca: gerhana bulan) dan sebagainya.

 Para pendapat demikian sudah dipaparkan oleh banyak ahli, dimana para ahli menyatakan hal serupa. Pasang surut air laut merupakan hasil dari gaya tarik gravitasi dan juga efek sentrifugal yang berasal dari dorongan ke arah luar pusat rotasi. Gravitasi ini bervariasi secara langsung dengan massa namun berbanding terbalik dengan jarak. Graya gravitasi yang dihadirkan lebih besar daripada matahari (baca: bagian bagian matahari). Meskipun secara ukuran bulan jauh lebih kecil dari matahari (baca: lapisan lapisan matahari), namun bulan ternyata mempunyai gaya tarik yang lebih besar dua kali lipat daripada gaya tarik matahari dalam menyebabkan pasang surut karena jaraknya yang lebih dekat dengan Bumi (baca: kerak bumi).

Gaya tarik gravitasi ini menarik air laut ke arah bulan dan juga matahari dan menghasilkan dua tonjolan atau bulge pasang surut gravitasional di laut. Ada beberapa teori yang mengkaji tentang pasang surut air laut ini, antara lain Teori Keseimbangan atau Equilibrium Theory dan juga Dynamical Theory.

Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan penjelasan dari masing- masing teori. Teori Keseimbangan (Equilibrium Theory) Teori keseimbangan dikemukakan oleh Sir Isaac Newton. Teori ini menjelaskan mengenai sifat- sifat pasang surut air laut secara kualitatif. Teori ini terjadi pada Bumi ideal dimana seluruh permukaannya ditutupi oleh air dan juga pengaruh kelembaban diabaikan. Teori keseimbangan juga menyatakan bahwa naik turunnya permukaan air laut ini sebanding dengan gaya pembangkit pasang surut. Maka dari itu untuk memahami gaya pembangkit dari pasang surut ini dilakukan dengan memisahkan pergerakan sistem bumi- bulan- matahari menjadi dua macam, yakni bumi- bulan dan bumi- matahari.

Teori ini diasumsikan tertutup air dimana kedalaman dan juga densitas sama dan naik turun muka laut sebanding dengan gaya pembangkit pasang surut atau resultante gaya tarik bulan dan gaya sentrifugal. Teori keseimbangan ini berkaitan dengan hubungan antara laut, massa air yang naik, bulan dan juga matahari dimana gaya pembangkit ini akan menimbulkan air tinggi pada dua lokasi, dan juga air rendah pada dua lokasi.

 Teori Pasang Surut Dinamik (Dynamical Theory) Teori pasang surut dinamik ini dikemukakan oleh Laplace. Teori pasang surut dinamik ini melengkapi teori keseimbangan yang telah dijelaskan di atas, sehingga sifat- sifat pasang surut dapat diketahui secara kuantitatif. Teori pasang surut dinamis ini menyatakan lautan yang homogen masih diasumsikan menutupi seluruh permukaan Bumi dengan kedalaman yang konstan. Namun keberadaan gaya tarik periodik dapat membangkitkan gelombang dengan periode yang sesuai dengan konstitue- konstituenya.

 Teori ini juga menyatakan bahwa gelombang pasang surut terbentuk karena dipengaruhi oleh resultante gaya tarik bulan dan gaya sentrifugal, kedalaman dan luas perairan, pengaruh rotasi Bumi dan pengaruh gesekan dasar. Selain faktor- faktor tersebut, menurut teori ini pasang surut air laut juga dipengaruhi oleh: Kedalaman perairan dan luas perairan Pengaruh rotasi Bumi Gesekan dasar rotasi Bumi Nah, itulah dua teori yang mengkaji tentang pasang surut air laut. Dan itu pula konsep mengenai air laut yang pada intinya terjadinya pasang surut air laut ini sangat berkaitan dengan gravitasi serta gaya tarik menarik dari benda- benda langit.

TNTI:Memahami Gerhana Bulan : Proses Terjadi, Posisi dan Akibat

JANGKAAN BERLAKUNYA GERHANA BULAN DI MALAYSIA












Pengertian Gerhana Bulan Proses Terjadi, Posisi dan Akibat 


Gerhana Bulan – Alam memang menyajikan misteri dan keindahannya sendiri. Salah satu sajian alam yang juga termasuk langka ini adalah gerhana bulan. Berita tentang adanya gerhana bulan selalu menjadi sorotan bahkan orang rela pergi ke suatu tempat yang dapat memungkinkan melihat gerhana bulan dengan sangat jelas tanpa polusi cahaya dan tidak mendung. Untuk mengetahui lebih jauh tentang gerhana bulan, berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian, proses, akibat, dan posisi bulan ketika terjadi gerhana bulan.


Pengertian Gerhana Bulan

Gerhana bulan adalah salah satu fenomena alam yang terjadi kerena bulan, bumi, dan matahari sedang berada tepat di garis lurus yang sama. Gerhana bulan dapat terjadi ketika sebagian atau seluruh penampakan bulan tertutup oleh bumi. Akibatnya cahaya matahari tidak dapat dipantulkan oleh bulan ke bumi karena terhalang oleh posisi bumi.

 Pengertian Macam Jenis Gerhana Bulan 

Gerhana bulan ternyata mempunyai beberapa jenis yaitu sebagai berikut.

1. Gerhana Bulan Total atau Seluruh

Gerhana bulan jenis ini terjadi jika bulan berposisi tepat di tengah umbra. Umbra merupakan bayangan inti tepatnya di bagian tengah bayangan gelap ketika sedang terjadi gerhana bulan. Gerhana total ini ada dua tipe yaitu gerhana bulan total negatif yang terjadi jika posisi bulan ada di atas NTT sehingga warnanya menjadi merah namun tidak merata dan gerhana bulan total positif yang terjadi jika melalui titik umbra sehingga warnanya merah merata.

2. Gerhana Bulan Separuh atau Sebagian

Gerhana bulan jenis ini dapat terjadi jika hanya sebagian daerah bulan yang masuk ke daerah umbra sedangkan sebagian yang lain berada pada bayangan penumbra ketika mencapai fase maksimum. Fenomena ini menyebabkan sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan hanya sebagian saja sehingga kita hanya dapat melihat sebagian bentuk bulan.

3. Gehana Bulan Penumbra

Gerhana bulan penumbra terjadi apabila posisi bulan ada di daerah penumbra. Hal ini menyebabkan bukan dapat terlihat namun memiliki warna yang suram. Gerhana ini dibagi menjadi dua tipe yaitu gerhana penumbra sebagian dan gerhana penumbra total.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Proses Terjadinya Gerhana Bulan 

Gerhana bulan adalah fenomena alam saat bulan terhalang bayangan bumi yang sangat cantik sehingga banyak orang ingin menikmati keindahannya meskipun hanya berlangsung sesaat. Banyak ahli meneliti dan mempelajari bagaimana proses terjadinya gerhana bulan. Gerhana bulan dapat muncul jika bulan dan matahari saling beroposisi. Namun tidak semua oposisi ini mengakibatkan gerhana karena bulan memiliki bidang orbit yang miring sebesar 5 derajat terhadap bidang ekliptika.
Cara memahami proses terjadinya gerhana bulan sangat mudah. anda dapat melihat titik perpotongan antara bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika. Perpotongan tersebut akan menghasilkan dua titik yang dikenal dengan ‘node’. Terjadinya gerhana bulan adalah ketika bulan beroposisi dengan matahari terhadap node tepatnya di posisi 16,5 derajat dari node (di sebelah timur ataupun sebelah barat).

Tidak semua gerhana bulan yang terjadi akan membuat bulan tidak dapat terlihat sementara. Beberapa fenomena gerhana bulan justru menampakkan bulan dengan cahaya seperti merah, tembaga, maupun jingga. Hal ini disebabkan karena masih ada cahaya matahari yang dibelokkan oleh atmosfer bumi. Cahaya yang dapat dibelokkan atmosfer bumi ini seringkali mempunyai spektrum cahaya berwarna merah.

Dampak Akibat Gerhana Bulan

Pasang Ombak Laut Dampak Akibat Gerhana Bulan 

Fenomena yang menarik untuk dilihat dan aman meskipun di amati menggunakan mata telanjang maupun teleskop ini ternyata memberikan dampak pada bumi. Dampak tersebut antara lain:


1. Naiknya permukaan air laut

Gerhana bulan dapat menyebabkan naiknya permukaan air laut akibat gravitasi bulan sehingga terjadi fenomena air laut pasang. Jika gerhana bulan yang terjadi merupakan gerhana total, biasanya fenomena pasang ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan dengan ombak yang keras, bahkan dapat menyebabkan banjir.

2. Penurunan suhu udara

Beberapa gerhana bulan dapat menyebabkan penurunan temperatur namun tidak begitu signifikan seperti gerhana matahari. Di beberapa kawasan tertentu, gerhana bulan menyebabkan kondisi yang berbeda pada hewan liar selama fenomena itu berlangsung. Beberapa mitos menyebutkan bahwa gerhana bulan memberikan dampak pada kehamilan namun belum ada penelitian yang membuktikannya.



Posisi Bulan Ketika Gerhana

Posisi Bulan Ketika Gerhana

Gerhana bulan dikenal sebagai fenomena alami yang terjadi ketika bulan, bumi, dan matahari saling beroposisi. Posisi bulan saat gerhana sebenarnya bermacam-macam, tergantung pada jenis gerhana bulan yang terjadi. Dalam penelitian mengenai gerhana bulan diketahui beberapa daerah bayangan bumi berdasarkan garis singgung antara mataha
ri dengan bumi. Daerah-daerah tersebut dikenal dengan nama umbra dan penumbra.
 Jika bulan berada tepat di tengah bayangan bumi bagian umbra, maka yang akan terjadi adalah fenomena gerhana bulan total. Ketika penampang bulan hanya sebagian saja yang berada di daerah umbra, maka akan gerhana yang terjadi adalah gerhana sebagian. Sedangkan jika bulan berada di daerah bayangan bumi begian penumbra, maka gerhana bulanyang terjadi adalah gerhana penumbra. Masing-masing gerhana ini terjadi lebih lama daripada gerhana matahari yaitu berlangsung selama beberapa jam.

RAMALAN GEO SEM 2 SIRI 3 2024