Rabu, Oktober 03, 2018
Kejadian Empat Musim
Terdapat empat musim yang dikaitkan dengan fenomena ini, iaitu;
i) ekuinoks musim bunga (21 Mac)
ii) solstis musim panas (21 Jun)
iii) ekuinoks musim luruh (23 September)
iv) solstis musim sejuk/dingin (22 Disember)
Apa itu ekuinoks dan solstis?
Fenomena ekuinoks merujuk kepada kedudukan matahari tegak di Garisan Khatulistiwa. Manakala solstis pula merujuk kepada kedudukan matahari tegak di atas Garisan Sartan dan Garisan Jadi.
Perubahan fizikal yang berlaku di permukaan bumi semasa kejadian empat musim.
Kejadian empat musim yang berlaku menyebabkan beberapa perubahan fizikal di permukaan bumi, iaitu semasa berlakunya;
i) Ekuinoks musim bunga.
- setiap 21 Mac.
- matahari tegak berada tepat di Garisan Khatulistiwa.
- berlaku musim bunga di hemisfera utara, sebaliknya musim luruh di hemisfera selatan.
- tempoh siang dan malam adalah sama panjang.
ii) Solstis musim panas.
- setiap 21 Jun.
- matahari tegak di Garisan Sartan.
- berlaku musim panas di hemisfera utara, sebaliknya musim dingin di hemisfera selatan.
- tempoh siang dan malam tidak sama panjang, 24 jam siang di kutub utara dan 24 jam malam di kutub selatan.
iii) Ekuinoks musim luruh.
- setiap 23 September.
- matahari tegak di Garisan Khatulistiwa.
- berlaku musim luruh di hemisfera utara, sebaliknya musim bunga di hemisfera selatan.
- siang dan malam adalah sama panjang.
iv) Solstis musim sejuk/dingin.
- setiap 22 Disember.
- matahari tegak di Garisan Jadi.
- berlaku musim dingin di hemisfera utara, sebaliknya musim panas di hemisfera selatan.
- siang dan malam tidak sama panjang, 24 jam siang di kutub selatan dan 24 jam malam di kutub utara.
Kesimpulan
Kewujudan musim-musim yang berlainan ini mewujudkan perubahan unik terhadap ciri-ciri fizikal di muka bumi ini yang sudah pastinya sangat mengujakan dan mempersonakan. Perbezaan ini sudah tentunya mempengaruhi pelabagi aktiviti seluruh hidupan yang mendiami muka bumi ini, terutamanya manusia.
Ia juga menunjukkan kepda kita betapa indahnya ciptaan Tuhan. Oleh itu, kita sebagai manusia hendaklah sedar akan tanggungjawab besar kita untuk mengekalkan keindahan yang sedia ada ini sewajarnya.
PENGERTIAN EKOLOGI
PENGERTIAN EKOLOGI
- ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. ekologi juga bisa di katakn terjadinya perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain dalam lingkingannya.
pelopor ilmu ekologi adalah seorang ahli biologi dari jerman yang bernama Ernest Haikel kata ekologi berasal dari bahasa yunani oikos yang berarti rumah dan logos berarti ilmu, sehingga secara harpia ekologi berarti ilmu tentang makhluk hidup dalam lingkungan.
Ada dua asas dalam ekologi.
1. dimanapun suatu organisme tidak akan dapat hidup mandiri untuk hidupnya organisme memerlukan organisme lain atau lingkingannya.
2. lingkungan di perlukan organisme untuk makan, perlindungan dll.ahli ekologi mempelajari organisasi kehidupan dalam tiga tingkatan:
1. populasi adalah sekelompok makhluk hidup dengan spesies yang sama yang hidup di suatu wilayah yang sama (waktu yang sama pula).
2. komunitas adalah kumpulan populasi yang hidup secara bersama dalam suatu lingkungan.
3. ekosistem adalah hubungan timabal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
JENIS-JENIS EKOSISTEM
JENIS-JENIS EKOSISTEM
• Jenis-jenis Ekosistem
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan.
a. Ekosistem darat.
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut.
1. Bioma gurun
Di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking.
2. Bioma padang rumput
Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular
3. Bioma Hutan Basah
Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.
4. Bioma hutan gugur
Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).
5. Bioma taiga
Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
6. Bioma tundra
Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.
Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
b. Ekosistem perairan.
Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut.
1.Ekosistem air tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut:
o Adaptasi tumbuhan
o Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar juga digolongkan menjadi dua yaitu : Air tenang dan air mengalir. Yang termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa, dan yang termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.
2. Ekosistem air laut
Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang.
1. Laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin.
2. Ekosistem pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut.
Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras.
Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai.
Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil.
3. Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam.
Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut aimya. Nutrien dari sungai memperkaya estuari.
Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air, yaitu unggas air.
4. Terumbu karang.
Terumbu karang didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacam-macam bentuknya dan menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang.
Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan.
a. Ekosistem darat.
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut.
1. Bioma gurun
Di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking.
2. Bioma padang rumput
Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular
3. Bioma Hutan Basah
Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.
4. Bioma hutan gugur
Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).
5. Bioma taiga
Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
6. Bioma tundra
Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.
Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
b. Ekosistem perairan.
Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut.
1.Ekosistem air tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut:
o Adaptasi tumbuhan
o Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar juga digolongkan menjadi dua yaitu : Air tenang dan air mengalir. Yang termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa, dan yang termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.
2. Ekosistem air laut
Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang.
1. Laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin.
2. Ekosistem pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut.
Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras.
Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai.
Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil.
3. Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam.
Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut aimya. Nutrien dari sungai memperkaya estuari.
Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air, yaitu unggas air.
4. Terumbu karang.
Terumbu karang didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacam-macam bentuknya dan menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang.
Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.
LANGKAH-LANGKAH UNTUK MENJAGA BUMI HIJAU DAN AKTIVITI KITAR SEMULA
LANGKAH-LANGKAH UNTUK MENJAGA BUMI HIJAU DAN AKTIVITI KITAR SEMULA
Assalammaulaikum
dan salam sejahtera semua. Hari ini saya ingin menjelaskan tentang
langkah-langkah untuk menjaga alam sekitar. Terdapat banyak aktiviti
yang boleh dilakukan bagi menyelamatkan bumi kita.
Langkah-langkah
yang boleh diambil adalah melalui pendedahan media massa. Media massa
ini termasuklah televisyen, radio, telefon bimbit, komputer dan surat khabar
. Pada hari ini, media massa memainkan peranan penting dalam membentuk
cara pemikiran semua pengguna. Media massa kini perlulah lebih banyak
memberi maklumat tentang isu-isu pencemaran alam sekitar, terutamanya
dalam siaran-siaran di televisyen. Hal ini kerana televisyen adalah satu
media elektronik yang hampir dimiliki oleh setiap keluarga atau
individu di setiap pelusuk dunia. Hal ini demikian kerana setiap
manusia atau individu perlu mengetahui tentang keadaan alam sekitar yang
semakin tercemar dan perkara yang sepatutnya dilakukan oleh mereka
untuk menjaga alam sekitar. Surat khabar dan majalah pula adalah media
yang banyak mendedahkan tentang isu pencemaran alam sekitar. Pihak-pihak
berwajib sepatutnya perlu mendedahkan isu-isu pencemaran ini dengan
lebih luas di jaringan-jaringan internet kerana masyarakat kini lebih
banyak menggunakan media tersebut berbanding media-media lain.
Selain
itu, langkah untuk menjaga alam sekitar ialah melalui kempen alam
sekitar. Antara kempen-kempen yang boleh dilakukan ialah kempen
cintailah sungai kita, kempen kitar semula, sahabat alam dan
sebagainya.Dalam kempen-kempen ini masyarakat akan didedahkan tentang
pentingnya menjaga alam sekitar dan cara-cara menjaga alam sekitar
seperti menguruskan sisa pembuangan supaya kurang memberi pencemaran
kepada alam sekitar. Kempen kitar semula pula dapat menggalakkan
pengguna supaya mengitar semula bahan-bahan yang boleh dikitar semula.
Dengan itu, masyarakat akan dapat berjimat-cermat dan dapat megurangkan
pencemaran alam sekitar. Dalam kempen alam sekitar ini juga,
aktiviti-aktiviti seperti penanaman pokok-pokok bunga dan membersihkan
kawasan-kawasan yang kotor boleh dijalankan. Penanaman pokok bunga bukan
sahaja dapat mencantikkan alam sekitar tetapi dapat mengembalikan
semula kehijauan sesuatu tempat serta dapat membuktikan betapa
pentingnya hidupan hijau di bumi ini.
Langkah
ketiga bagi mengatasi pencemaran alam sekitar pula ialah melalui
organisasi-organisasi seperti sekolah, balai rakyat, kelab remaja dan
juga syarikat-syarikat tertentu. Pendidikan alam sekitar mula
diperkenalkan secara formal pada peringkat rendah dalam pelajaran Alam
dan Manusia. Pada peringkat menengah khususnya dalam pelajaran sains
seperti Biologi dan di peringkat pengajian tinggi melalui kursus Sains
Alam Sekitar dan Biologi Persekitaran. Guru-guru sekolah haruslah
bersikap prihatin terhadap alam sekitar dan bersifat cintakan alam
sekitar. Hal ini penting supaya setiap guru dapat menanamkan perasaan
cinta alam sekitar kepada pelajar-pelajar melalui pendidikan moral di
sekolah. Pertandingan kelas terbersih di antara kelas juga perlu
dijalankan agar perasaan tanggungjawab terhadap alam sekitar dalam diri
pelajar dapat disemai. Di peringkat tinggi, pelajar didedahkan dengan
proses kitaran alam sekitar dan cara alam sekitar berinteraksi dan
hubungannya dengan hidupan lain di bumi ini. Dengan itu, sikap sayangkan
alam sekitar akan dapat dipupuk dalam diri pelajar .
Langkah
seterusnya ialah melalui penggunaan teknologi moden. Penggunaan
teknologi moden untuk mengurangkan pencemaran alam sekitar adalah amat
penting. Penggunaan teknologi moden dapat mengawal dan mengurangkan
pencemaran dengan lebih cepat dan efektif. Dengan adanya teknologi
moden, tumpahan minyak di lautan adalah lebih mudah dibersihkan tanpa
meninggalkan sisa tumpahan minyak. Selain itu, dengan menggunakan
teknologi moden kita dapat menjalankan aktiviti kitar semula bahan-bahan
buangan dan sisa-sisa pepejal seperti surat khabar, majalah lama, kain
dan bahan-bahan plastik. Hal ini sudah tentu akan dapat mengurangkan
pencemaran yang disebabkan oleh pengurusan sisa pepejal yang tidak
sempurna. Penggunaan teknologi moden seperti penapis udara yang dipasang
pada ekzos kenderaan dan cerobong asap kilang-kilang perindustrian
telah dapat mengurangkan kadar gas karbon monoksida yang dilepaskan. Hal
ini akan dapat mengurangkan kadar pencemaran udara di sekeliling.
Berikut
adalah antara aktiviti yang dilakukan untuk menyelamatkan alam sekitar
iaitu dengan memungut semula bahan-bahan yang telah dibuang untuk
dikitar semula.

BAGAIMANA UNTUK KITA HIDUP LEBIH LESTARI?
Kita boleh hidup lebih lestari jika kita menjadi
lebih celik alam sekitar, belajar daripada alam
semulajadi, hidup dengan lebih sederhana
dan menjadi seorang rakyat yang aktif dalam
membangunkan alam sekitar. Dengan kata lain,
kita perlu menjadi seorang rakyat yang proaktif.
Walau bagaimanapun, untuk mencapai hidup yang
lebih lestari pada hari ini bukan saja melibatkan
komponen alam sekitar tetapi juga komponen
politik dan ekonomi. Kebanyakan masalah dunia
pada masa kini adalah akibat dari kemiskinan,
penduduk yang terlalu ramai, penyakit dan konfl ik
yang mempunyai kepentingan persekitaran.
Lebih dari satu billion manusia di muka bumi pada
hari ini hidup dalam kemiskinan dan mempunyai
harapan yang tipis untuk menghadapi hari akan
datang. Berjuta-juta manusia di bandar besar hidup
tersisih di kawasan yang sesak, persekitaran yang
tidak bersih, tanpa air minum dan sistem pelupusan
sisa pepejal yang tidak selamat. Sementara di luar
bandar pula, ada orang-orang kampung di negara-
negara sedang membangun yang kehidupan mereka
terkacau ganggu akibat dari konfl ik bersenjata yang
bertujuan untuk mengawal sumber berharga seperti
minyak, berlian dan balak.
Konfl ik di negara sedang membangun mengenai sumber
asli melimpah ruah membawa kepada kerosakan alam
sekitar yang sangat ketara. Keuntungan yang didapati
hasil daripada aktiviti eksploitasi hasil bumi ini kadang-
kadang dinikmati hanya oleh segolongan penduduk elit
dan ini membebankan kebanyakan penduduk dengan
masalah sosial dan penurunan kualiti alam sekitar.
Persidangan Bumi mengenai Alam Sekitar dan
Pembangunan di Rio pada 1992 mempunyai objektif
untuk menangani masalah global alam sekitar di
kedua-dua negara sudah membangun dan sedang
membangun dengan memberi penekanan kepada
penyelesaian konfl ik di antara isu ekonomi dan isu
alam sekitar. Pada masa kini, kebanyakan negara
mempunyai jurang sangat besar di antara penduduk
miskin dan penduduk kaya jika dibandingkan
dengan dua puluh atau tiga puluh tahun yang
lalu. Akibat dari itu keselamatan politik, sosial
dan ekonomi terancam sementara kerosakan alam
sekitar disebabkan oleh penduduk yang berlebihan
mengeksploitasi hasil semulajadi bertambah.
Persidangan Kemuncak Bumi mengenai pembangunan
lestari pada musim panas 2002 di Johannesburg, Afrika
Selatan memberi satu pandangan yang optimistik
terhadap penyelesaian masalah yang disebutkan di
atas. Persidangan itu mempunyai objektif untuk terus
berusaha ke arah keadilan sosial dan persekitaran
untuk semua golongan manusia di dunia. Semua
orang di dunia berhak menikmati pembanguan lestari
tanpa mengira mereka lelaki atau perempuan, tua
atau muda, miskin atau kaya, berada di Timur atau
di Barat dan di Utara atau Selatan. Persidangan
itu juga bertujuan memperteguhkan usaha-usaha
pembangunan secara lestari dengan meminimumkan
pemusnahan atau penurunan kualiti alam sekitar
secara tempatan, wilayah atau global akibat daripada
penduduk yang berlebihan, pembasmian hutan,
perlombongan, pertanian serta pencemaran tanah, air
dan udara. Tujuan lain persidangan ini adalah untuk
membangun dan menyokong persetujuan-persetujuan
antarabangsa untuk mengawal pemanasan global dan
bahan cemar.
Selepas melihat isu dan masalah yang dihadapi
serta memahami usaha-usaha yang dijalankan untuk
mencapai pembangunan lestari di peringkat dunia,
apakah yang boleh anda lakukan sebagai seorang
pelajar dan pemimpin masa hadapan? Sanggupkah
anda melihat alam sekitar terus diterokai tanpa
batasan dan sempadan? Tahukah anda jika
alam sekitar musnah kita turut akan musnah
bersama-samanya. Oleh itu kita mesti belajar dan
mengamalkan cara hidup lestari. Bertindaklah secara
lokal dan berfi kir secara global. Paling kurang yang
boleh kita lakukan untuk hidup lebih lestari adalah
dengan lebih celik alam sekitar, belajar daripada
alam semulajadi, hidup dengan lebih sederhana
dan menjadi seorang rakyat yang aktif dalam
membangunkan alam sekitar.
Kita boleh hidup lebih lestari jika kita menjadi
lebih celik alam sekitar, belajar daripada alam
semulajadi, hidup dengan lebih sederhana
dan menjadi seorang rakyat yang aktif dalam
membangunkan alam sekitar. Dengan kata lain,
kita perlu menjadi seorang rakyat yang proaktif.
Walau bagaimanapun, untuk mencapai hidup yang
lebih lestari pada hari ini bukan saja melibatkan
komponen alam sekitar tetapi juga komponen
politik dan ekonomi. Kebanyakan masalah dunia
pada masa kini adalah akibat dari kemiskinan,
penduduk yang terlalu ramai, penyakit dan konfl ik
yang mempunyai kepentingan persekitaran.
Lebih dari satu billion manusia di muka bumi pada
hari ini hidup dalam kemiskinan dan mempunyai
harapan yang tipis untuk menghadapi hari akan
datang. Berjuta-juta manusia di bandar besar hidup
tersisih di kawasan yang sesak, persekitaran yang
tidak bersih, tanpa air minum dan sistem pelupusan
sisa pepejal yang tidak selamat. Sementara di luar
bandar pula, ada orang-orang kampung di negara-
negara sedang membangun yang kehidupan mereka
terkacau ganggu akibat dari konfl ik bersenjata yang
bertujuan untuk mengawal sumber berharga seperti
minyak, berlian dan balak.
Konfl ik di negara sedang membangun mengenai sumber
asli melimpah ruah membawa kepada kerosakan alam
sekitar yang sangat ketara. Keuntungan yang didapati
hasil daripada aktiviti eksploitasi hasil bumi ini kadang-
kadang dinikmati hanya oleh segolongan penduduk elit
dan ini membebankan kebanyakan penduduk dengan
masalah sosial dan penurunan kualiti alam sekitar.
Persidangan Bumi mengenai Alam Sekitar dan
Pembangunan di Rio pada 1992 mempunyai objektif
untuk menangani masalah global alam sekitar di
kedua-dua negara sudah membangun dan sedang
membangun dengan memberi penekanan kepada
penyelesaian konfl ik di antara isu ekonomi dan isu
alam sekitar. Pada masa kini, kebanyakan negara
mempunyai jurang sangat besar di antara penduduk
miskin dan penduduk kaya jika dibandingkan
dengan dua puluh atau tiga puluh tahun yang
lalu. Akibat dari itu keselamatan politik, sosial
dan ekonomi terancam sementara kerosakan alam
sekitar disebabkan oleh penduduk yang berlebihan
mengeksploitasi hasil semulajadi bertambah.
Persidangan Kemuncak Bumi mengenai pembangunan
lestari pada musim panas 2002 di Johannesburg, Afrika
Kemerosotan Kualiti Sumber Air
Kemerosotan Kualiti Sumber Air
Kemerosotan Kualiti Sumber Air bererti pencemaran
terhadap sumber-sumber air iaitu sumber-sumber air bersih sama ada dari
sungai, laut, tasik, kolam, dan takungan semula jadi, air bawah tanah
dan juga hujan tercemar atau kualitinya semakin rendah. Indeks
kemerosotan kualiti air bersih dari pelbagai sumber ini boleh diukur
melalui pelbagai indikator seperti kandungan Permintaan Oksigen
Biologikal (BOD), kandungan bakteria escherichia coli (E. Coli),
kandungan ammoniakal nitrogen, kandungan pepejal terampai (SS), nilai
keasidan (pH) di samping perubahan warna dan bau yang ada di dalam
sesuatu sumber air tersebut.
Faktor-faktor Kemerosotan kualiti air
1.
Pembangunan tanah secara besar-besaran sama ada untuk pertanian,
petempatan, pembandaran, perindustrian dan lain-lain. Air tercemar
apabila partikel tanah terhakis di bawa ke dalam sistem saliran.
2. Pembangunan pertanian - penggunaan racun dan baja kimia.
3. Pembangunan sektor penternakan - penyaliran najis haiwan ke sungai.
4. Pembangunan perindustrian - perlepasan influen/sisa kilang.
5. Perkembangan sektor pelancongan - perlepasan sisa kumbahan.
6. Perkembangan sektor pengangkutan - tumpahan minyak dari kapal tangki.
7. Proses pembandaran - peningkatan sisa domestik.
8. Pembangunan sumber tenaga - peringkat awal pembinaan empangan hidroelektrik.
9. Perkembangan sektor perlombongan - sisa perlombongan bijih timah, emas dan tembaga mencemarkan sungai.
Langkah-langkah mengatasi kemerosotan kualiti air
1.
Langkah Perundangan;-Penguatkuasaan undang-undang pengawasan/pemantauan
yang teliti serta tindakan tegas termasuk denda dan kompaun, menarik
balik lesen operasi dan penjara ke atas mana-mana pihak yang di kenal
pasti mencemarkan sumber-sumber air sama ada dari pekilang, penternak,
pemilik kapal, orang perseoragan dan sebagainya. Langkah ini
dilaksanakan oleh JAS di bawah Akta Kualiti Alam Sekitar 1974.
2.
Mengawal selia aktiviti pembalakan dan penyahutanan terutamanya di
kawasan rizab sungai, kawasan tadahan/hutan simpan dan sebagainya bagi
menjamin sumber air sungai sentiasa bersih dan berterusan. Misalnya
kawasan 10 km dari tebing sungai merupakan kawasan rizab atau kawasan
penampan yang tidak boleh di usik untuk pembalakan dan penyahutanan.
3.
Merawat air yang tercemar khususnya akibat sisa kilang dan air
kumbahan. Disamping memperbanyakkan loji rawatan air.Menyediakan
perangkap sampah yang berkesan untuk membersihkan sungai dari pencemaran
sampah sarap dan melicinkan kadar alirannya.Meningkatkan R&D dan
teknologi ke arah yang tidak mencemarkan alam sekitar khususnya sumber
air.
4. Meningkatkan kerjasama serantau bagi
mengawal pencemaran laut melalui rondaan bersama, perkongsian teknologi
dan kos pemulihraan/pembersihan air laut yang tercemar.
5.
Melaksanakan kempen dan pendidikan alam sekitar - menyedarkan
masyarakat tentang pentingnya air bersih dan menjada sumber air sebagai
penerus kehidupan.
Langgan:
Catatan (Atom)
-
Pada tahun 2012, jumlah penduduk Malaysia dianggarkan 27.2 juta orang. Purata kepadatan penduduk ialah kira-kira 84 orang per km per...
-
TNTI: SKEMA SOALAN PEPERIKSAAN STPM SEMESTA 3 2018 BAHAGIAN A (ALAM SEKITAR FIZIKAL) 1. (a)Apakah maksud ekologi(2) KAJIAN TENTANG HUBUNGAN...
-
Kepentingan ekosistem kepada manusia kepentingan ekosistem hutan 1 Sumber kayu kayan-menghasilkan sumber kayu d...
